HEROIK KEPAHLAWANAN MOHAMMAD AHSAN DAN HENDRA SETIAWAN

Video Posted on Updated on


image
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berada di Podium Juara Dunia 2015 | badmintonindonesia.org

 

Menyebut nama Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan bagi para pecinta bulutangkis tentu sudah tak asing lagi. Nama keduanya dikenal berkat prestasinya yang melambung. Gelar juara dunia, juara All England serta Medali Emas ASIAN GAMES menjadi bukti nyata prestasi pasangan ganda putra terbaik Indonesia tersebut.

 

Menyambut hari Pahlawan pada 10 November mendatang, Nama Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan layak dijadikan panutan sebagai sosok Pahlawan bangsa. Keduanya mampu memberikan inspirasi pada generasi muda tentang samangat kebangsaan dan tentang bagaimana caranya memberikan sumbangsi nyata terhadap bangsa dan negara.

 

Menjadi pahlawan bangsa saat ini tentu berbeda dengan masa ketika Indonesia belum merdeka. Jika dahulu, orang orang yang rela mengorbankan jiwa, raga, harta serta segalanya demi kemerdekaan bangsa disebut pahlawan, maka untuk saat ini pahlawan adalah orang orang yang telah mendedikasikan sebagian bahkan seluruh hidupnya demi kemajuan bangsa serta membanggakan negara  dimata dunia. Dan  Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan telah melakukanya lewat olahraga bulutangkis.

 

Melalui sabetan raket Mohammad Ahsan dan Hendra  Setiawan, Merah Putih telah berkibar dibanyak negara, lagu kebangsaan Indonesia Raya  pun  telah berkali kali diperdengarkarkan diberbagai even besar dunia. Mulai dari Kejuaraan dunia 2013 di Guangzhou China, ASIAN GAMES XVII 2014 di Incheon  Korea,  All England di Brimingham Inggris, Super Series Final di Kualalumpur Malaysia hingga yang terbaru yakni kejuaraan dunia 2015 yang digelar di Istora Senayan Jakarta bulan agustus lalu.

image
Podium kejuaraan dunia 2015 sektor ganda putra | badmintonindonesia.org

 

Kejuaraan dunia 2015 yang dihelat di Istora Senayan Jakarta Agustus lalu, menjadi momen heroik ditengah minimnya prestasi olahraga tanah air. Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan menjelma sebagai Pahlawan Bangsa dilapangan bulutangkis. Perjuangan mereka telah menggugah semangat kebangsaan serta rasa cinta tanah air puluhan ribu pasang mata yang memenuhi gedung Istora Senayan. serta jutaan rakyat Indonesia yang menyaksikanya lewat layar televsi. Perjuangan pasangan Indonesia yang kini bertengger di peringkat 2 dunia tersebut benar benar menyetuh jiwa ke-Indonesiaan para penontonya. Berhadapan dengan  pasangan Tiongkok, Liu Xiaolong dan Qiu Zihan, Teriakan teriakan pembakar semangat tek henti henti diteriakan pendukungnya. Suasana gedung istora yang sangat bising karena teriakan teriakan pendukung Indonesia begitu menggetarkan jiwa nasioanlisme bagi siapa pun yang menyaksikanya.

 

Serobotan depan net dari Liu Xiaolong yang keluar lapangan, memastikan Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan menjadi juara dunia 2015. Mohammad Ahsan sujud syukur dilapangan, sementara Hendra Setiawan dengan gaya kalemnya langsung berlari memeluk sang pelatih. Dan seketika itu  Seluruh penonton berdiri dari tempat duduknya. Seperti mendapat komando, seluruh penonton memekikan IN-DO-NE-SIA IN-DO-NE-SIA IN-DO-NE-SIA dan bersama sama menyanyikan lagu Bendera dari band Cokelat. Mereka benar benar bangga sebagai orang Indonesia. Momen itu seolah olah mengingatkan kembali, jika Indonesia adalah bangsa para juara, bangsa pemenang dan bangsa yang besar.

 

image
Prosesi pengibaran bendera dan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia raya

Pemandangan yang begitu mengharukan terjadi ketika Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan akhirnya berdiri dipodium kehormatan. Sang saka Merah Putih dikerek dengan gagahnya. Lagu Indonesia Raya menggema disetiap sudut gedung Istora Senayan. Dengan tatapan bangga, banyak dari penonton yang menitihkan air mata saat itu. Indonesia benar benar berbangga malam itu. Apalagi momen tersebut bertepatan dengan malam hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke 70. Tentu kemenangan tersebut menjadi kado terindah dari Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan bagi bangsa Indonesia yang merayakan hari kemerdekaan keesokan harinya.

 

Gelar juara dunia 2015 menjadi gelar juara dunia yang kedua kalinya bagi Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan. Sebelumnya, mereka menjadi juara dunia di tahun 2013 saat  kejuaraan tersebut digelar di Goangzhou, China. Namun bagi Hendra Setiawan sendiri, gelar tersebut menjadi yang ketiga kalinya. Sebelum berpasangan dengan Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan terlebih dahulu berpasangan dengan Markis Kido dan menjadi juara dunia tahun 2007 di Kualalumpur, Malaysia. Prestasi terbaik Hendra Setiawan bersama Markis Kido adalah meraih medali Emas Olimpiade Beijing 2008 dan menduduki peringkat 1 dunia. Diakhir tahun 2012, Hendra Setiawan memutuskan berpisah dengan Markis Kido karena prestasi keduanya yang telah menurun dan gagal menembus Olimpiade London. Hendra Setiawan yang sempat keluar Pelatnas, akhirnya direkrut kembali dan dipasangkan dengan Mohammad Ahsan. Mohammad Ahsan sendiri sebelumnya berpasangan dengan Bona Septano. Prestasi terbaik Mohammad Ahsan bersama Bona Septano adalah meraih medali perunggu kejuaraan dunia 2010 di Paris, Perancis. Saat ini Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan tengah fokus melakoni kualifikasi menuju Olimpiade Rio De Jeneiro, Brazil agustus tahun depan.

 

Menjadi seorang juara dunia tentu bukan proses yang gampang. Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan dituntut menjadi “Berbeda”. Keduanya harus berjuang sejak kecil bahkan harus mengorbankan pendidikan demi konsentrasi latihan. Keduanya dituntut untuk disiplin karena disiplin adalah awal dari kemenangan, karena disiplin adalah keunggulan. Tidak ada waktu sedikitpun untuk main main. Keduanya telah berlatih secara Spartan sejak kecil. Berbeda dengan teman teman sebaya mereka yang bermain main. Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan sejak kecil telah merangkai mimpi mimpi mereka dengan latihan latihan dan latihan. Karena mereka tahu, juara itu tidak terlahir begitu saja melainkan dibentuk melalui latihan keras dan disiplin tinggi. Juara pun hanya satu, jadi mereka harus memiliki keunggulan dari yang lainya.

 

Sebagai generasi muda, kita tentu bisa belajar banyak dari Mohmmad Ahsan dan Hendra Setiawan. Belajar tentang perjuangan dan pengorbanan mereka demi membanggakan bangsa dan negara. Belajar tentang proses mereka hingga saat ini menjadi juara dunia. Dari apa yang telah diperoleh Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan, hal itu semacam sinyal bagi kita generasi muda bangsa Indonesia untuk tidak ragu ragu dalam bermimpi. Tentunya harus disertai dengan usaha yang nyata bukan sekedar berangan angan. Sebagai calon pemimpin masa depan yang akan menentukan arah dan seperti apa bangsa ini kedepanya, kita tentu harus memberikan sumbangsi kita demi pembangunan dan kemajuan bangsa Indonesia. Percayalah, kita pasti bisa seperti Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan meski dengan cara dan jalan yang tentunya berbeda.

Berikut adalah video pertandingan final kejuaraan dunia 2015, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan [INA] vs Liu Xiaolong/Qiu Zihan [CHN]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s