Menanti Kiprah Pemain Muda Di Thailand Terbuka

Posted on


image

Setelah usainya galaran Viktor Korea Open Super Series 2015, Perhatian seluruh pecinta bulutangkis dunia pekan depan akan tertuju pada kota bangkok Thailand. Kota ini akan menggelar turnamen BWF tingkat 3 dengan tajuk SCG Thailand Open Grand Prix Gold Badminton Championship 2015. Indonesia pun turut ambil bagian untuk berburu gelar, berburu pengalaman dan berburu point menuju Olimpiade Rio tahun depan.

Pada tournament yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 september hingga 4 oktober tersebut, Indonesia hanya mengirimkan pemain pemain pelapis saja. Sedangkan pemain utamanya lebih difokuskan pada tour eropa pertengahan bulan depan. Hanya ada beberapa pemain senior yang memang tengah fokus berburu point untuk mengamankan posisi menuju Olimpiade 2016. Kebanyakan dari mereka adalah pemain non pelatnas.

baca juga : Ayo Miliki Kaos Badminton Keren Ini

Pengurus PBSI nampaknya mulai serius menggodok pemain pemain mudanya  untuk dipersiapkan menjadi pemain utama dimasa mendatang. Hal ini dapat dilihat dari daftar pemain yang diterjunkan diturnamen ini. Khususnya dinomor tunggal putra dan tunggal putri yang regenerasinya dinilai paling buruk.

Dinomor tunggal putra, Indonesia menerjunkan Jonatan Christie yang diunggulkan diposisi 13. Jonatan akan menantang pemain tuan rumah Karnphop Atthaviroj. Berdasarkan draw, Jonatan sendiri berada dipool atas paruh bawah bersama Tommy Sugiarto. Jika keduanya mampu menyingkirkan lawan lawanya, mereka akan bentrok dibabak 8 besar.

Ihsan Maulana Mustofa juga ikut diangkut ke Bangkok. Perempat Finalis Japan Super Series 2015 tersebut akan mengawali laga dengan melawan pemain Qualifikasi. Jika lolos, Tanongsak Saensombonsuk akan menjadi calon lawanya dibabak kedua. Ihsan tergabung dipool atas paruh atas bersama Simon Santoso dan unggulan pertama Son Wan Ho dari Korea.

Anthony Sinisuka Ginting menjadi pemain muda berikutnya yang ikut berburu pengalaman di Thailand. Ginting yang gagal di babak kualifikasi dua tournament super series yakni Japan Open dan Korea Open, akan membuka perjuangannya dengan menghadapi Tunggal putra Hongkong Tam Chun Hei. Draw Ginting berada satu jalur dengan pemain veteran Thailand Boonsak Ponsana. Ginting sendiri sempat mengalahkan Boonsak di Axiata Cup tahun lalu.

Firman Abdul Kholik yang sempat mencuri perhatian dengan lolos kebabak final Indonesia Open Grand Prix Gold tahun lalu, akan menantang pemain jebolan kualifikasi. Firman yang diunggulkan ditempat ke 16 akan mendapat lawan yang cukup berpengalaman dibabak kedua yakni pemenang Supanyu Avihingsanon kontra Chan Yan Kit.

Selain ke empat pemain muda diatas, Indonesia masih memiliki Muhammad Bayu Pangisthu, Reksy Aureza Meganada, Tommy Azizan Mahbub serta pemain pemain senior yang akan membackup mereka seperti Sony Dwi Kuncoro, Hayom Rumbaka serta Wisnu Yuli Prasetyo dan Alamsyah Yunus.

Dinomor tunggal putri, Indonesia juga mengirimkan sejumlah pemain mudanya untuk ikut ambil bagian diturnamen yang sempat di batalkan tahun lalu karena masalah keamanan. Gregoria Mariska yang tengah naik daun setelah merebut gelar di Singapore IS dan Indonesia IC, pada babak pertama masih menunggu calon lawanya dari babak kualifikasi. Gregoria mendapat draw yang cukup berat, pasalnya jika mampu melaju kebabak kedua kemungkinan besar akan bertemu unggulan 2 Sung Ji Hyun yang merupakan juara Korea Open pekan lalu.

Draw terjal juga didapatkan Fitriani. Runner Up Vietnam Open 2015 ini harus berjuang dari babak kualifikasi. Jika mampu lolos, unggulan pertama Ratchanok Inthanon sudah menunggunya dibabak pertama.

Dua pemain muda lainya, yakni Hanna Ramadhini dan Ruselli Hartawan sudah harus bertemu pemain Tiongkok dilaga awal. Hanna akan melawan Yao Xue sementara Ruselli akan melawan unggula  3 Sun Yu.

Selain keempat pemain muda diatas, tunggal putri akan dibackup oleh dua pemain seniornya yakni Adrianti Firdasari yang kembali turun kelapangan setelah lama vakum serta Maria Febe Kusumastuti.

Menarik untuk disimak seberapa jauh sepak terjang pemain muda Indonesia di arena Thailand terbuka tahun ini. Menurunkan pemain muda bukan perkara berburu gelar semata, melainkan berburu pengalaman yang jauh lebih utama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s