AHSAN/HENDRA, MACAN YANG KEHILANGAN TARINGNYA

Sampingan Posted on Updated on


Pasangan ganda putra peringkat 1 dunia, Mohammad ahsan/Hendra setiawan kini tak ubahnya seperti macan yang kehilangan taringnya. Dominasinya ditahun 2013 lalu seperti menghilang pasca munculnya duet “frustasi” korea selatan Lee Yong Dae/Yeo Yeon Seong. Semenjak munculnya kombinasi baru muka lama tersebut, prestasi ahsan/hendra seperti mandeg. Tahun ini saja mereka baru mengoleksi 1 gelar di All England dan itu pun tanpa Lee/Yoo yang harus absen karena Lee Yong Dae terkena skor kasus doping.

Tahun lalu Ahsan/Hendra berhasil mengoleksi 4 gelar super series/premier, mereka juga memenangi super series final dan merebut gelar juara dunia di ghoangzhou china. Namun tahun ini mereka telah gagal mempertahankan 4 gelar super series yang mereka raih tahin lalu. Dan 3 dari 4 kegagalan tersebut disebabkan oleh pasangan korea.

Dimalaysia open 2014 januari lalu ahsan/hendra gagal mempertahankan gelarnya setelah tumbang dibabak kedua oleh duet china Taipei lee shengmu/Tsai chia hsin. Kegagalan juga kembali harus diterima saat mereka mencoba mempertahankan gelarnya di Singapore open. Ahsan/Hendra dikalahkan duet dadakan korea Yoo Yeon Seong/Kim Sa Rang dibabak perempat final. Dan yang lebih menyakitkan adalah kegagalan beruntun didua tournament terakhir yakni Japan Open dan Indonesia open yang kesemuanya tumbang dipartai final oleh Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong.

Duet Lee/Yoo memang tengah menjadi momok di persaingan ganda putra dunia saat ini. Permainan mereka sangat luar biasa. Dengan mengkombinasikan serangan dan defence yang kuat membuat mereka sangat sulit untuk dikalahkan. Bahkan dari cacatan head to head Antara mereka dan Ahsan/Hendra, Lee/Yoo unggul telak dengan 5 berbanding 1. Semua kemenangan Lee/Yoo diraih dengan straight set sementara kemenangan semata wayang Ahsan/Hendra didaptkan lewat duel rubber game.

Entah kenapa permainan Lee/Yoo saat berhadapan dengan Ahsan/Hendra terlihat begitu berbeda dibandingkn saat mereka berhadapan dengan pemain lainya. Terutama Yoo Yeon Seong yang terlihat jauh lebih semangat dan permainanya terlihat sangat garang. Lihat saja permainan mereka saat berhadapan dengan ganda Malaysia Tan Boen Heong/Tan Wee Kiong dibabak perempat final Indonesia open minggu lalu. Berkali kali pertahanan mereka di jebol oleh pasangan Malaysia, pola serangan yang dibangun juga berkali kali dimentahkan dan membuat mereka nyaris kalah. Tapi ketika dihadapkan dengan Ahsan/Hendra permainanya sangat sangat berbeda. Defense mereka sangat rapat, bola model apapun yang diarahkan pasangan Indonesia pasti dapat dikembalikan dengan baik.mereka juga pandai sekali mengatur rytme permainan dan beberapa kali mereka terlihat merusak kosentrasi pasangan Indonesia ketika hendak melakukan servis.

Jika menengok tahun lalu ketika Lee Yong Dae masih berpasangan dengan Kon Sung Hyun, Ahsan/Hendra selalu menang dari mereka. Status peringkat 1 dunia yang digengam Lee/Ko tak mampu membendung pasangan Indonesia untuk mengemas 3 kemenangan tanpa balas. Namun sekarang kondisinya berbalik. Berawal dari kefrustasian pelatih korea yang melihat pemain andalanya selalu kalah dari Ahsan/Hendra dan sebagai persiapan menuju Asian Games yang tahun ini akan digelar di korea, lahirlah duet superior Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong yang terbukti ampuh membendung laju prestasi Ahsan/Hendra.

Yoo yeon seong memang seperti menjadi momok tersendiri bagi pasangan Indonesia sejak dulu, terutama Ahsan. Dari track recordnya dengan Mohammad Ahsan, Yoo unggul jauh. Dari begitu banyak pertemuan Ahsan hanya mampu mengalahkan Yoo sebanyak 2 kali, itu terjadi di Olimpiade London 2012 ketika berpasangan dengan Bona Septano dan babak perempat final Thomas Cup 2014 bersama Hendr a Setiawan. Selebihnya Ahsan selalu kalah baik ketika Yoo berpasangan dengan Ko sung hyun, Kim sa rang maupun Lee yong dae.

Bukan hanya dari kegagalnya mempertahankan 4 gelar super series yang mereka raih tahun lalu, keterpurukan Ahsan/Hendra akan terlihat semakin nyata minggu depan. Hampir dipastikan posisi peringkat 1 dunia mereka minggu depan akan direbut Lee/Yoo menyusul absenya Ahsan/Hendra dari Australia super series.

Ahsan/hendra harus segera berbenah dan mencari solusi tepat untuk bisa mengalahkan Lee/Yoo. 5 kekalahan menyakitkan harusnya menjadi cambuk buat mereka. Jangan sampai agustus nanti mereka juga harus melepas title juara dunia yang mereka raih tahun lalu.

 

MAJU TERUS BADMINTON INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s