Minimnya Siaran Bulutangkis Di TV Nasional, Ini Alasanya

Posted on


image
Isi Tweet dari Koh Rudy tentang keprihatinanya pada siaran bulutangkis di TV Nasional

          Banyak pihak yang selama ini sangat mendambakan dapat menyaksikan siaran bulutangkis secara gratis di TV Nasional.
Apalagi jika melihat sejarah, ketika siaran bulutangkis menjadi semacam tontonan rakyat.
Tapi sejarah tinggal cerita, sekarang yang ada adalah realita.
Realita yang sangat ironis tentunya.

        Untuk menyaksikan siaran bulutangkis sekarang sangat susah.
Padahal even bulutangkis tak kalah banyak dengan olahraga lain, seperti sepak bola yang selalu ada siaraan langsungnya setiap hari.
Banyak yang beranggapan jika hal ini disebabkan oleh jeblokna prestasi pemain pemain Indonesia saat ini.
Namun itu bukanlah faktor mutlak. Hal itu memang sedikit banyak pasti berpengaruh, namun hal utama yang menjadi penyebabnya adalah lunturnya Nasionalisme dari para pengusaha pertelevisian.

         Dulu, Setiap stasiun televisi akan merasa bangga jika dapat menyiarkan secara langsung pertandingan atlet atlet Indonesia yang tenggah berjuang membawa nama negara.
Tapi sekarang berubah, mereka akan merasa rugi jika mau menyiarkan pertandingan bulutangkis.
Oleh sebab itulah sekarang Stasiun televisi minta dibayar oleh pihak penyeleggara. padahal seharusnya Stasiun televisilah yang membayar untuk membeli hak siar.

         Fakta mengejutkan ini dibeberkan oleh Bambang Rudyanto yang merupakan kepala sub bidang hubungan internasional PBPBSI.

       ” Ironisnya stasiun televisi berani bayar mahal untuk program sepak bola, tapi untuk bulutangkis kita yang disuruh bayar. Thats Reality ” Ungkap Ko Rudy melalui acount twitternya @broedyanto

         Memang keadaan sekarang sangat miris. Bulutangkis yang disebut olah raga kembanggaan Indonesia, Bulutangkis yang disebut sebagai olah raga prestasi Indonesia dan Bulutangkis yang disebut sebagai penyelamat muka Indonesia dibanyak even, Harus menjadi anak tiri dinegeri sendiri.
Bulutangkis saat ini kalah pamor dibandingankan dengan Liga Liga sepak bola dari Luar. yang sebenarnya tidak ada kaitanya dengan negara ini.
Keuntungan yang dicari oleh pihak televisilah yang menjadi faktor utama keadaan ini.

        Mungkin masih ingat dengan adanya Dualisme penyiaran Prapiala dunia TimNas Sepak bola Indonesia melawan Arab Saudi beberapa tahun yang lalu????
Saat itu MNC dan SCTV saling berebut untuk menyiarkan pertandingan itu.
Padahal sepak bola indonesia tidak memiliki prestasi apa apa yang bisa dibanggakan.
Tapi nampaknya bukan prestasi yang menjadi alasan utama Stasiun televisi saling memperebutkan hak siar.
Faktor penonton dan Rattting programlah yang menjadi alasan utamanya .
Miris bukan????
keadaan yang sangat jauh berbeda justru harus diterima bukutangkis.
Olahraga yang disebut sebut sebagai olahraga Identitas bangsa.

          Jangankan untuk saling berebut, melirikpun mungkin tidak.
Stasiun televisi mau menyiarkan event bulutangkis jika dinego oleh penyelenggara dan PBSI.
Karena keadaan dibulutangkis berbanding terbalik dengan sepak bola.
Jika disepak bola, Pihak televisilah yang menego kepihak penyelengggara karena pihak televisi yang merasa membutuhkan, tapi dibulutangkis posisi itu dibalik, justru pihak penyelenggaralah yang menegeo karena merasa membutuhkan.

         Tapi hal ini juga bukan sepenuhnya kesalahan dari pihak televisi.
Minimnya siaran bulutangkis di televisi juga disebabkan oleh berkurangnya kecintaan masyarakat terhapap bulutangkis.
Sekarang banyak orang yang “ogah” untuk nonton bulutangkis tapi untuk sepak bola mereka bela belain mengadakan acara nonton bersama.
Keadaan seperti inilah yang seharusnya dirubah.
jika kecintaan masyarakat terhadap bulutangkis kembali serta mambaiknya prestasi atlet atlet Indonesia, Maka pihak televisi akan dengan sendirinya berubah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s